top of page

Muda Memilih

  • Apr 13, 2019
  • 3 min read

“Selamat memasuki tahun pemilu”, begitu kata kebanyakan orang di Indonesia ketika memasuki tahun 2019. Tidak terasa, puncak perayaan pesta demokrasi tersebut hanya tinggal dalam hitungan hari lagi. Sebagai kaum muda-mudi Kristiani yang sudah memiliki hak pilihnya masing-masing, hal apakah yang harus kita lakukan?

Sebelum masuk ke bagian tersebut, mari kita sedikit membahas tentang apa itu politik. Secara umum, politik dapat diartikan sebagai seni yang bersangkut paut dengan proses pengambilan keputusan oleh orang-orang yang berbeda-beda kepentingannya, di mana pengambilan keputusan ini menyangkut masa depan orang banyak (Singgih, 2000).

Dunia politik merupakan suatu keadaan yang kompleks dengan banyak hal yang terjadi di dalamnya, tetapi secara umum kita dapat mengetahui bahwa sering kali adanya cara-cara tertentu yang dilakukan hanya untuk memenangkan tujuan tertentu demi sebuah kepentingan individu atau kelompok. Peran “iman” sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi-kondisi tersebut, karena dengan imanlah kita dapat membedakan apa yang benar dan apa yang tidak sesuai dengan kehendakNya serta dikuatkan dalam menjalani apa yang menjadi nilai kebenaran itu.

Sebagai teladan, Tuhan Yesus adalah seorang aktivis dan pembaru politik (Richard Daulay, 2009). Walau tidak dituliskan bahwa Tuhan Yesus membentuk partai politik ataupun gereja, tetapi Ia banyak melakukan gerakan moral, salah satunya seperti memberikan perhatiannya terhadap orang-orang miskin (Lukas 4: 18-19). Tuhan Yesus tahu bahwa akar utama kemiskinan adalah korupsi dan manipulasi yang merajalela pada lapisan masyarakat terutama pada birokrasi pemerintahan yang berpusat di Bait Allah. Ketika mengetahui hal itu, Yesus mereformasi Bait Allah dengan mengusir para pedagang dari Bait Allah di Yerusalem. Dari kisah tersebut, kita dapat melihat bagaimana Tuhan Yesus memperjuangkan nasib orang banyak yang haknya tertindas.

Dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari, mungkin tidak semua dari kita bisa terjun langsung di dunia politik sebagai anggota pemerintahan yang bisa mengambil keputusan mengenai hak orang banyak. Tetapi yang perlu diketahui ketika kita menggunakan hak pilih kita, tindakan tersebut termasuk kontribusi terhadap nasib Bangsa Indonesia.

Nah, sekarang. Yuk, kita simak beberapa hal yang kaum muda-mudi Kristiani dapat lakukan untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar.

1) Memandang hak pilih yang dimiliki sebagai salah satu cara untuk menjadi berkat bagi Bangsa

Jika dilihat secara sekilas, mungkin satu suara terkesan tidak berarti, namun kita dapat merefleksikan bahwa hidup tidak hanya tentang diri kita sendiri, melainkan juga tentang orang lain di sekitar kita. Sebagai muda-mudi Kristiani, sudah menjadi identitas kita untuk menjadi garam dan terang (Matius 5: 13-16) dan mari kita menerapkannya melalui hak pilih kita.

2) Mencari tahu informasi mengenai pilihan-pilihan yang ada

Kita perlu mengetahui informasi terkait pengisi jajaran-jajaran pemerintahan yang akan kita percayakan. Berikut beberapa situs yang bisa digunakan untuk melihat profil calon-calon tersebut:

  • https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/dapil/view

  • https://calegpedia.id/#/home

3) Bertukar pikiran dengan orang-orang sekitar yang concern terhadap politik

Kita bisa bertukar pikiran ataupun sharing bersama orang-orang yang ada di sekitar kita yang memang memiliki pengetahuan akan politik dengan cukup baik. Selain menambah informasi dan wawasan, kita juga bisa semakin melihat segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang sehingga bisa mempertimbangkan pilihan kita dengan lebih kritis.

4) Menghargai setiap pilihan orang lain

Sesuatu yang berkaitan dengan pilihan biasanya bersifat personal dan tidak bisa dipaksakan. Begitu juga dalam hak pilih yang kita miliki pada tanggal 17 April nanti. Mari saling menghargai terhadap pilihan yang dimiliki orang lain dan hindari perpecahan hanya karena berbeda pilihan dengan kita. Seperti nilai yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

5) Mendoakan pilihan kita

Mari kita juga mendoakan pilihan yang sudah kita tetapkan sehingga siapapun yang nantinya mengisi jajaran pemerintahan dapat membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur, penuh damai sejahtera, aman dan juga penuh kemuliaanNya.

Do our best and let God do the rest”, walaupun kita tidak tahu pasti siapa saja yang akan mengisi jajaran pemerintahan kelak, mari kita menyerahkan semua hasil akhirnya ke dalam tangan-Nya karena kita percaya bahwa rancangan-Nya merupakan rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11).

Saatnya Muda Memilih,

Saatnya muda-mudi Kristiani menjadi berkat melalui hak pilihnya,

Saatnya muda-mudi Kristiani menjadi garam dan terang dunia yang melalui iman Kristianinya dapat membawa perubahan politik secara kritis dan positif.

Selamat Merayakan Pesta Demokrasi, Tuhan Yesus memberkati Indonesia!

Referensi:

Singgih, Gerit. 2000. Iman dan Politik dalam era reformasi di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Kolibu, Dirk Roy et al. 2018. Pendidikan Agama Kristen di Perguruan Tinggi. Jakarta: UKI Press.

Saputra, Erandhi Hutomo. 2018. “Cara Mengecek Latar Belakang Caleg di Pileg 2019, Jangan Asal Pilih!” https://kumparan.com/@kumparannews/cara-mengecek-latar-belakang-caleg-di-pileg-2019-jangan-asal-pilih-1543500591342033247 diakses pada 12 April 2019 pukul 18.05.


 
 
 

Comments


Recent Posts
Archive
PO
PSIKOLOGI
UI

Jl. Lkr. Kampus Raya Blok Mawar No.5, RT.3/RW.8, Pd. Cina, Beji,

Kota Depok, Jawa Barat 16424

Success! Message received.

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon

@2019 by PO Psikologi UI

bottom of page