top of page

OUR STORY

Tanggal lahir PO UI sebenarnya tidak jelas, namun tanggal yang ditetapkan adalah 21 September 1966 yang adalah hari terbentuknya kepengurusan pertama PO UI. Awal bentuknya seperti kepanitiaan acara tingkat UI (Natal, Paskah, dll.). Dimulai pada saat rektor Prof. Dr. Ir. Sumantri Brodjonegoro (1964-1973) menunjuk Arif Gosita (Dosen FH) untuk membuat gereja di UI Salemba. Namun karena banyak denominasi gereja maka dibentuknya wadah kerohanian umat Protestan dan Katolik yang kemudian disebut POUI. Yang kemudian berubah nama dari PO UI menjadi POSA UI (+ Sivitas Akademika). POSA UI mencakup bukan hanya mahasiswa namun juga seluruh sivitas akademika.

 

September ’66, kepengurusan pertama kali terbentuk dengan susunan:
Ketua POSA UI : Arif Gosita (Dosen FH)
Wakil Ketua      : Romo Sumo Darsono (Mahasiswa Psikologi)
Sekretaris         : Marsudi J (Purek II & Dosen FE)
Bendahara        : Junus Salim (Karyawan Adm. Keuangan Rektorat)

 

Visi Pertama     : Visi Kesatuan (Yoh 17:21)
Kesatuan umat percaya Kristiani, yaitu umat Protestan dan Katolik

 

Sejak 1966, aktivitas POSA UI mulai merambat ke acara pertemuandan diskusi, persekutuan dan pembahasan isu-isu sosial; tidak hanya acara tingkat kampus seperti Natal, Paskah, dll. Selain aktivitas tingkat POSA UI, mulai muncul juga persekutuan tingkat fakultas. Pertama kali bertumbuh di FT lewat dosen-dosen di fakultas tersebut. Bentuknya dalam KK/KPA (Kelompok Pendalaman Alkitab). Pada retreat PO FT UI 1978, terdapat 4 orang mahasiswa UI Rawamangun yang bergabung yaitu Yvonne Hetarihon (FH ‘74), Sally (FPsi ‘77), Wenny Umboh (FISIP ‘78), dan Hannah Gultom (FS ‘78). Melalui empat orang inilah, terbentuk cikal bakal persekutuan UI Rawamangun yang kemudian akhirnya disebut POUR (Persekutuan Oikumene Univesitas Indonesia Rawamangun). Mereka membentuk KTB di Rawamangun yang menghasilkan generasi lanjutan di PO Rawamangun.

Tahun 1981 menjadi tahun kebangkitan individu-individu yang kemudian menjadi perintis persekutuan di setiap fakultas di Rawamangun lewat retreat yang diadakan POSA UI. Kemunculan persekutuan di tiap fakultas Rawamangun diawali oleh Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 1982, yang kemudian diikuti FH, FISIP, lalu FPsi. Persekutuan PO Psiko dirintis oleh Sandy Misero (koordinator pertama PO Psiko), Rita Tobing, dan Jeffry Lumankun.

Pada tahun 1984, akibat perbedaan visi dan masalah-masalah liturgi lainnya membuat umat Katolik dalam tubuh POSA UI memisahkan diri dan membentuk KUKSA (Keluarga Umat Katolik Sivitas Akademika) yang sekarang disebut KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik).

 

Setelah vakum sampai tahun 1988, Robinson Pangaribuan mulai menata kembali POSA UI yang pada saat itu terpisah- pisah. Muncul kemudian ketua POSA UI yang baru beserta badan kepengurusan PH (Pengurus Harian) PO UI. Visi kesatuan POSA UI kemudian diadopsi dalam visi PH PO UI. Beberapa waktu berlanjut, tahun 2004, POSA UI sah menjadi sebuah UKM yang diakui oleh Rektorat. Dengan satu syarat, yaitu tidak lagi mengizinkan kepengurusannya mencakup sivitas akademika selain mahasiswa. Sehingga terjadi perubahan nama kembali dari POSA UI, menjadi PO UI.

Semenjak saat itu, independensi persekutuan di setiap akultas semakin menguat; masing-masing fakultas memiliki tradisi sendiri. Rasa kefakultasan tersebut menjadi kuat sehingga dapat menjadi penghambat dalam usaha mempersatukan PO UI. Padahal kita harus mengingat bahwa persekutuan di setiap fakultas muncul karena adanya inisiasi dari fakultas-fakultas lain.

Kita sebagai jemaat PO Psikologi harus mengerti bahwa kita adalah satu bagian dari tubuh yang lebih besar yaitu PO UI.

PO
PSIKOLOGI
UI

Jl. Lkr. Kampus Raya Blok Mawar No.5, RT.3/RW.8, Pd. Cina, Beji,

Kota Depok, Jawa Barat 16424

Success! Message received.

  • White Instagram Icon
  • White Facebook Icon

@2019 by PO Psikologi UI

bottom of page